Saturday, October 11, 2014

Manfaat Biji Pepaya


farmncook.blogspot.com Selama ini orang yang memakan pepaya kerap kali langsung membuang biji pepaya. padahal jika saja kita tahu ada banyak sekali manfaat dari biji pepaya.
Beruntunglah kita yang tinggal di negara tropis. Pepaya dapat tumbuh subur dan mudah ditemukan di mana-mana. Buah, getah, biji, dan daunnya mengandung papain, enzim yang membantu kita mencerna protein. Ekstrak papain sudah digunakan sebagai bahan suplemen enzim pencernaan dan sebagai bahan dalam beberapa jenis permen karet. Enzim ini lebih banyak ditemukan pada pepaya mentah.
Sebagai kudapan, buah ini bisa dinikmati dengan berbagai cara. Daging buah pepaya muda dapat ditumis atau dijadikan rujak. Daging buah masak dimakan segar atau sebagai koktil buah. Daunnya bisa dimakan sebagai lalapan (setelah dilayukan dengan air panas), atau untuk pembungkus buntil. Daun dan bunganya juga dapat ditumis. Daun pepaya juga sering dipakai untuk membungkus daging agar cepat lunak.
Biji pepaya, di luar dugaan, juga bermanfaat, karena itu jangan membuangnya. Biji hitam dengan selaput bening ini memiliki nutrisi penting dengan khasiat sebagai berikut:
Antibakteri, yang efektif melawan bakteri E. coli, Salmonella, dan infeksi Staphylococcus.
Menjaga kesehatan ginjal. Ekstrak biji pepaya mampu melindungi ginjal dari racun yang memicu problem gagal ginjal.
Membunuh parasit dalam pencernaan. Sudah ditemukan bukti bahwa biji pepaya mampu memberantas parasit dalam pencernaa. Dalam sebuah studi terhadap anak-anak Nigeria yang mengidap parasit dalam pencernaan, 76,6 persennya dinyatakan bebas parasit setelah tujuh hari mengonsumsi biji pepaya.
Membersihkan hati dari racun-racun. Dalam pengobatan China, satu sendok teh biji pepaya dapat membantu mendetoksifikasi hati (liver). Oleh karena itu biji pepaya sering direkomendasikan dokter-dokter naturopati untuk perawatan cirrhosis liver (pengerasan hati).

Untuk menikmati biji pepaya, makan langsung bijinya atau dikeringkan lalu dihaluskan. Atau, campur 1/4 cangkir biji pepaya dengan satu sendok makan madu.
Sumber; kompas.com

Saturday, October 4, 2014

Lidah Buaya, Tanaman Berkhasiat


farmncook.blogspot.com Aloe vera atau lebih dikenal dengan sebutan lidah buaya adalah tanaman tropis sukulen yang memiliki bentuk seperti daun berdaging. Daun ini memiliki banyak manfaat, baik sebagai obat maupun untuk kosmetik.
Lidah buaya merupakan tanaman yang cukup unik karena mengandung berbagai senyawa biologis aktif, seperti mannans asetat, polymannans, antrakuinon, dan berbagai lektin. Lidah buaya juga mengandung sekitar 75 jenis zat yang telah dikenal bermanfaat dan lebih dari 200 senyawa lain yang membuatnya layak digunakan dalam pengobatan herbal.
Zat-zat tersebut termasuk enzim yang membantu pencernaan dan mengurangi peradangan, semua jenis vitamin terkecuali vitamin D, mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim, gula rantai panjang untuk menyeimbangkan kembali sistem pencernaan; saponin yang berfungsi sebagai anti-mikroba, dan 20 dari 22 jenis asam amino.
Berikut ini adalah sejumlah manfaat yang dapat Anda peroleh dari lidah buaya :
1. Detoksifikasi. Jus lidah buaya adalah peluruh racun alami, tetapi juga mengandung beragam vitamin dan mineral yang membantu tubuh kita mengatasi stres dalam kehidupan sehari-hari.
2. Gangguan pencernaan. Lidah buaya berguna terutama pada kasus panas perut serta iritasi usus dan tukak lambung. Lidah buaya diketahui dapat menenangkan esofagus dan mengatasi refluks asam.
3. Kesehatan mulut. Lidah buaya sangat bermanfaat untuk masalah mulut dan gusi, terutama dalam memperbaiki gusi yang memburuk.
4. Perawatan kulit. Fungsinya juga menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka dan tanda, mengurangi peradangan, serta perbaikan dan peremajaan kulit.
5. Diabetes. Setengah sendok jus lidah buaya yang diberikan selama 14 minggu terbukti mengurangi kadar gula darah sebesar 45 persen.
6. Membantu gerakan usus. Aloe lateks mengandung antrakuinon glycosidesaloin A dan B yang bermanfaat sebagai obat pencahar yang kuat.
7. Menjaga berat badan. Jus lidah buaya telah digunakan selama bertahun-tahun untuk menurunkan berat badan.
8. Kekebalan. Lidah buaya merupakan antioksidan yang penuh kontra radikal bebas untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
9. Luka bakar. Gel lidah buaya dapat menyembuhkan dan memperbaiki kulit yang terkena luka bakar, termasuk luka bakar akibat paparan sinar matahari.
10. Ketombe. Lidah buaya dapat membantu mengurangi gatal dan ketombe. Lidah buaya juga bisa digunakan untuk perawatan rambut sebelum keramas.
Sumber: kompas.com

Jambu Dalhari, Buah Jambu Unggulan Sleman



farmncook.blogspot.com Sejarah penamaan dan asal muasal jambu ini cukup menarik. Berawal dari kisah cinta seorang pemuda Dusun Candibang dengan seorang gadis Solo, benih jambu (yang kemudian diberi nama jambu air Dalhari) diambil dari sebuah kebun di Solo. Kemudian pemuda Dusun Candibang itu membawa benih jambu tersebut ke Dusun Candibang dan ditanam di tempat tersebut.
Pada suatu hari di tahun 1983, Bapak Dalhari –yang kebetulan merupakan kerabat dari pemuda Candibang dan pelestari lingkungan setempat– tertarik untuk membudidayakan jambu di sekitar tempat tinggalnya di Dusun Krasaan, Desa Jogotirto. Kemudian Bapak Dalhari mencangkokkan pohon jambu yang ditanam di Dusun Candibang ke pekarangan rumahnya. Bapak Dalhari mengajak warga Dusun Krasaan untuk menanam dan membudidayakan jambu tersebut pada awalnya untuk alasan pelestarian lingkungan. Menariknya kemudian jambu ini dibudidayakan secara luas oleh warga Krasaan dan sekitarnya, sehingga daerah tersebut menjadi identik sebagai daerah penghasil jambu yang enak.

Sunday, September 28, 2014

Pak sarno, Penemu Durian Bawor


farmncook.blogspot.com Berikut Sejarah Pak Sarno selaku penemu dari jenis variant durian Bawor ini : Instingnya terhadap durian begitu kuat. Cukup melihat bijinya, ia tahu jenis durian itu. Pengalamannya semasa kecil menemani sang ayah mencari durian hingga ke pelosok desa membuat Sarno Ahmad Darsono terobsesi pada durian. Ia lalu "menciptakan" pohon durian bhineka bawor, hasil okulasi 20 jenis durian varietas lokal dan luar. "Begitu banyak jenis durian di negeri ini, kenapa kita kalah dari Thaiand?" pikirnya. Permenungan itu menantang Sarno, petani durian dari Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten banyumas, Jawa Tengah, untuk mendapatkan kelebihan dan peningkatan produktivitas durian. tahun 1996 ia berkeyakinan, pohon durian yang sebelumnya baru berbuah setelah berusia delapan tahun dapat dipersingkat menjadi empat tahun dengan okulasi. Tetapi, ketika itu dia juga tak pernah berhenti berpikir, apakah okulasi adalah cara yang paling tepat? Sementara itu, ingatannya selalu kembali pada masa kecil, saat ia berjalan dari kebun satu ke kebun yang lain untuk mendapatkan buah durian berkualitas baik.

Durian Merah Banyuwangi


farmncook.blogspot.com Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyebar 1.000 bibit durian merah yang ditanam di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Bibit durian tersebut merupakan hasil budidaya Forum Pemerhati Hortikultura Banyuwangi.

"Nantinya bibit durian merah ini akan ditanam di kebun atau pekarangan warga di Desa Kemiren. Sebagai buah khas Banyuwangi, durian merah mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dibandingkan durian biasanya," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (29/9/2014).

Bupati Anas juga menjelaskan, saat ini jumlah pohon durian merah di Banyuwangi masih terbatas yaitu sekitar 200 pohon dengan produksi 1.500-1.700 butir setiap masa panen antara bulan Oktober hingga Maret.

Dia menilai jumlah tersebut masih terbatas, sedangkan permintaan pasar sangat tinggi. "Penyebaran bibit durian merah ini salah satu upaya agar buah durian merah banyak tersedia dan mudah dibeli. Kalau ditanam sekarang nanti panen buahnya antara 7 sampai 12 tahun kedepan," ungkap dia.